We Are Not Hopeless Prisoners Of Our Past


The twin teachings on kamma and rebirth have several important implications for understanding our own lives.

First they enable us to understand that we are fully responsible for what we are. We can't blame our troubles on our environment, on our heredity, on fate or on our upbringing. All these factors have made us what we are, but the reason we have met these circumstances is because of our past kamma. This might seem to be at first a pessimistic doctrine. It seems to imply that we are the prisoners of our past kammas, that we have to submit to their effects. This is a distortion.

It is true that very often we have to reap the results of our past kamma. But the important point to understand is that kamma is volitional action, and volitional action always takes place in the present, only in the present. This means at present it is possible for us to change the entire direction of our life.

If we closely examine our lives we'll see that our experience is of two types: first, experience that comes to us passively, which we receive independently of our choice; and second, experience which we create for ourselves through our choices and attitudes. The passive side of experience is largely the effect of past kamma.We generally have to face this and learn to accept it. But within those limitations there is a space, the tremendous space of the present moment, in which we can reconstruct our world with our own minds.

If we let ourselves be dominated by selfishness, hatred, ambition and dullness, then, even if we are wealthy and powerful, we'll still be living in misery and suffering and keep planting seeds for rebirth in the world of suffering. On the other hand, even if we are poor and in sad circumstances, with much pain and misfortune, if we observe pure conduct, develop a mind of generosity, kindness and understanding, then we can transform our world, we can build a world of love and peace.

SIKAP YANG TEPAT TERHADAP KRITIK

ik
Anda harus belajar bagaimana menjaga diri anda dari kritik yang tidak adil dan bagiamana mempergunakan kritik yang membangun. Anda haruslah melihat secara objektif terhadap kritik yang diberikan orang-orang lain kepada anda. Bila kritik terhadap anda itu benar, ada dasarnya dan diberikan dengan maksud baik, maka terimalah kritik itu dan pergunakanlah. Tetapi, bila kritik itu tidak benar dan tidak berdasar dan diberikan dengan maksud jahat, anda tidak harus menerima kritik jenis ini. Bila anda tahu bahwa sikap anda benar dan dihargai oleh orang-orang yang bijaksana dan berada, maka janganlah mempedulikan kritik yang tidak berdasar. Pengetahuan anda tentang kritik yang membangun dan yang merusak adalah penting.

"Tidak ada orang yang tidak bersalah didunia ini.” JANGAN HARAPKAN APA-APA DAN TIDAK ADA YANG AKAN MENGECEWAKAN ANDA

Anda dapat melindungi diri anda dari kekecewaan-kekecewaan dengan tidak mempunyai harapan-harapan yang berlebih-lebihan. Bila anda tidak mengharapkan apa-apa, maka tidak ada yang dapat mengecewakan anda. Jangan harapkan imbalan atas kebaikan yang anda telah perbuat. Berbuat baiklah demi perbuatan baik itu sendiri. Bila anda dapat menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun, maka anda tidak akan mengalami kekecewaan. Anda dapat menjadi orang besar! Kegembiraan yang timbul dalam pikiran anda karena kebaikan yang telah anda perbuat, itu sendiri adalah imbalan yang besar. Kegembiraan menciptakan kepuasan dalam hidup kita.

Mungkin anda adalah orang yang sifatnya baik dan anda tidak berbuat yang mencelakakan orang-orang lain. Tetapi anda disalahkan orang-orang lain sekalipun berbuat baik. Anda harus menghadapi kesukaran-kesukaran dan kekecewaan-kekecewaan sekalipun anda telah menolong orang-orang lain dan telah berbuat baik bagi orang-orang lain. Anda mungkin bertanya: “Bila kebaikan menimbulkan kebaikan dan kejahatan menimbulkan kejahatan , mengapa saya harus menderita bila saya benar-benar tidak bersalah? Mengapa saya harus mengalami begitu banyak kesulitan? Mengapa saya mendapatkan begitu banyak kekecewaan? Mengapa saya dipersalahkan oleh orang-orang lain sekalipun saya berbuat baik?” Jawaban yang sederhana ialah: bila anda berbuat perbuatan baik, anda harus menghadapi kekuatan-kekuatan jahat. Bila tidak, anda sedang menghadapi karma tidak baik dari masa lalu yang masak dizaman sekarang. Teruslah dengan kerja baik anda dan akhirnya anda bebas dari kesukaran-kesukaran yang seperti itu. Ingatlah, bahwa anda telah menciptakan kekecewaan-kekecewaan anda sendiri dan anda sendirilah yang dapat mengatasi kekecewaan-kekecewaan ini, dengan menyadari sifat dari karma (aksi dan reaksi) dan kondisi-kondisi dunia sebagaimana dijelaskan Sang Buddha.

"Bila anda dapat melindungi diri anda, anda dapat melindungi orang-orang lain.”