Pertanyaan Yang Berkualitas Menghasilkan Jawaban Yang Berkualitas


Salah satu presiden Amerika Serikat John F Kennedy pernah berkata: Ask not what your country can give you, but what you can give your country yang artinya "Jangan tanya apa yang negara bisa berikan tapi tanyalah apa yang kamu bisa berikan untuk negaramu. Dengan pertanyaan inilah Presiden Kennedy memotivasi rakyatnya untuk berbuat lebih untuk negaranya. Pertanyaan berkualitas akan menghasilkan jawaban yang berkualitas

Apapun yang kita tanyakan pada otak kita selalu ada jawabannya contohnya kalau kita selalu bertanya pertanyaan yang melemahkan seperti kenapa saya selalu gagal, kenapa saya selalu tidak bisa? Maka dalam sekejap otak kita akan memberikan jawaban yang melemahkan kita. Sebaliknya kalau kita bertanya pertanyaan yang lebih bermanfaat seperti apa yang menyebabkan kegagalan saya, pelajaran apa yang dapat saya pelajari dari kegagalan ini, apa yang akan saya lakukan agar saya bisa bangkit lagi? Secara otomatis otak kita akan memberikan solusi untuk masalah kita.

Selain cara bertanya diatas, ada satu frase yang sangat efektif untuk memecahkan masalah yang pelik yaitu Frase “What if” atau “Bagaimana kalau”? Frase” bagaimana kalau” sangat efektif untuk meningkatkan kemungkinan mendapatkan solusi karena dengan pertanyaan “Bagaimana Kalau” maka anda bisa menciptakan alternatif baru untuk solusi.

Contoh pertanyaan yang ditanya Wright Bersaudara ketika menciptakan pesawat terbang:

Apakah manusia bisa terbang?

Bagaimana kalau manusia bisa terbang?

Kalau bisa, Apa yang akan diperlukan supaya manusia bisa terbang?

Jawabnya : alat yang bisa terbang sepertinya sayap

Apakah mungkin diciptakan?

Kenapa tidak, memang belum ada yang bisa menciptakannya?

Bagaimana kalau bisa diciptakan?

Mesin apa yang dibutuhkan untuk menerbangkannya? dan lain-lain.

Pertanyaan itulah yang akhirnya mewujudkan impian Wright Bersaudara untuk menciptakan pesawat terbang. Bagaimana dengan Anda? Pertanyaan apa yang anda akan tanyakan kepada diri anda ketika anda mengalami kegagalan? Apakah anda juga akan bertanya yang sama seperti wright bersaudara. Hadiahkanlah diri Anda dengan pertanyaan pertanyaan yang memberikan semangat dan memotivasi Anda untuk maju.

Saya cantumkan beberapa pertanyaan yang memotivasi kita disetiap pagi hari:

Dihari yang indah ini apa yang akan saya lakukan untuk bisa lebih berprestasi?

Apa yang akan saya lakukan untuk membuat hidup saya lebih berkualitas?

Apakah saya sudah mempersiapkan diri saya untuk membuat hari ini menjadi yang tak terlupakan dalam dihidup saya?

Prestasi lain apakah yang akan saya ciptakan untuk membuat diri saya dan orang yang saya cintai bangga?

Terobosan apakah yang akan saya lakukan hari ini?

By Tommy Siawira
Indonesia NLP Trainer and Coach

Untuk artikel lainnya tentang cara mencapai puncak PRESTASI silahkan klik di www.tommysiawira.com

Diberi Tugas, Kok Pusing?


Umumnya, hari pertama masuk kuliah kebanyakan para lulusan SMU akan merasakan menemukan dunia yang baru. Ya, dunia dimana mereka sudah bukan lagi anak sekolah yang memakai seragam putih abu-abu. Mereka dapat menimba ilmu dengan menggunakan baju bebas. Berjumpa dan berkenalan dengan teman-teman yang baru rasanya menyenangkan sekali.

Kegembiraan terlihat di raut wajah mereka saat menginjakkan kaki di kelas pertama, senyuman bertebaran di ruangan itu. Namun menjadi tidak gembira alias memusingkan kepala jika beberapa minggu setelah masuk kuliah diberi tugas oleh para dosen.

Hampir tiap minggu, tugas-tugas berdatangan. Tidak tanggung-tanggung jika sudah mendekati ujian, tugas menumpuk. Di setiap mata kuliah yang diambil pasti memberikan tugas. "Wah, saatnya berpusing-pusing ria". Kalimat itu tentu saja tidak asing lagi di telinga kita.

Ketika selesai kuliah dan mulai memasuki dunia kerja, seseorang akan baru benar-benar menyadari bawa tugas yang diberikan para dosen ternyata merupakan sebuah momentum yang sangat baik untuk menjadi orang yang kreatif. Tugas-tugas yang diberikan jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan banyak manfaat.

Segala pemikiran kita sebenarnya dapat dituangkan ke dalam tugas tersebut. Namun terkadang kebanyakan dari mereka mengerjakan tugas dengan prinsip "yang penting selesai dan kumpul". Sebuah prinsip yang seharusnya dibuang jauh-jauh dari otak kita.

Semakin banyak tugas yang diberikan sebenarnya memberikan banyak kesempatan bagi kita untuk belajar lebih banyak mengenai suatu hal. Tuangkan segala ide dalam tugas maka kemampuan otak akan terasah. Kita akan menjadi orang yang kreatif. Kita dapat menuangkan segala pemikiran di sana, jika salah maka ada dosen yang siap untuk membantu.

Berbeda dengan dunia kerja yang menuntut kecepatan dan kinerja yang baik. Anda dituntut untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan. Jika melakukan kesalahan saat bekerja tentunya, teguran siap menerpa. Jadi diberi tugas, harusnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Kok malah pusing? By : Vinna waty